Kamis, 29 Agustus 2013

Antisipasi Kebakaran untuk Rumah Anda

0

Padatnya pemukiman di Indonesia utamanya di Pulau Jawa membawa konsekuensi tingginya potensi kebakaran di sektor rumah tangga. Setidaknya ada tiga penyebab utamanya yakni korsleting listrik, ledakan kompor gas, hingga human error. Sumber api bisa dari lilin, obat nyamuk, rokok, dan petasan.

Sementara ledakan kompor gas marak terjadi di Indonesia pascakonversi minyak tanah ke Elpiji 3 kilogram beberapa tahun lalu. Umumnya ini dipicu pemasangan regulator gas yang tidak benar sehingga gas bocor dan mudah menyambar ketika ada percikan api. Penyebab lainnya adalah kobaran api yang disebabkan kesalahan manusia. Biasanya masyarakat kurang peka saat merokok, menyalakan lilin, memasang obat nyamuk termasuk menyalakan petasan.

Mengingat mencegah itu lebih baik daripada mengobati, kiranya cukup penting untuk Anda mengetahui tips-tips dasar untuk mencegah terjadinya kebakaran :

Catat Selalu Nomor Penting Pemadam Kebakaran
Siapkan nomor pemadam kebakaran di tempat-tempat yang mudah terlihat dan terjangkau di rumah Anda. Namun ingat, jika memang terjadi kebakaran, jangan menelepon dari dalam rumah Anda karena bisa membahayakan keselamatan kita. Segera pergi keluar dan hubungi pemadam kebakaran dari handphone atau telepon umum. Tindakan ini dimaksudkan untuk mencegah menyebarkan api ke wilayah lain dan menjadi lebih besar serta lebih berbahaya.

Jangan Merokok di Tempat Mudah Terbakar
Jangan merokok di tempat-tempat yang mudah terbakar, seperti di kasur, di sofa, di atas karpet, atau ketika mengantuk. Abu rokok yang masih panas bisa menimbulkan api ketika Anda tertidur, dan hal ini tentunya membahayakan.


Cek Ruangan Dapur
Pastikan ruang dapur bersih dari benda-benda yang mudah terbakar. Pastikan kompor telah dimatikan dengan baik setelah selesai memasak dan periksa tabung gas dari kebocoran. Sangat disarankan untuk memiliki alat pemadam api ringan (APAR) di area dapur. Jangan lupa menaruh alat ini di setiap ruangan, terutama di dapur. Pastikan tidak macet, sudah Anda isi ulang pemadam api kebakaran dan mudah diraih dalam situasi darurat.



Simpan Korek Api di Tempat Sesuai
Letakkan korek api atau pemantik di tempat yang sulit dijangkau oleh anak kecil, karena seringkali kebakaran terjadi karena kelalaian dalam mengawasi anak kecil yang bermain api.

Siapkan Rencana Penyelematan
Miliki sebuah rencana jika benar-benar terjadi kebakaran di rumah Anda. Pastikan semua anggota keluarga Anda mengetahui apa yang harus dilakukan, tindakan pemadaman api pertama dengan tabung pemadam kebakaran, rute ke pintu keluar, dan sebagainya.

Tentu saja, masih ada tips-tips lain yang bisa Anda tambahkan sendiri dan sesuaikan dengan keadaan rumah Anda. Dengan menerapkan tips-tips tersebut, maka rumah Anda akan menjadi lebih aman dari resiko terjadinya kebakaran. 

Semoga bermanfaat!

Senin, 26 Agustus 2013

Hunian Berjalan untuk Para Traveler

0


Bus sekolah bisa menjadi salah satu karya arsitektur yang unik. Setidaknya, di tangan Hank Butitta. Arsitek 27 tahun yang baru saja merampungkan studinya di Sekolah Arsitektur Universitas Minnesota Mei lalu, menciptakan "hunian berjalan".

Karya ini untuk memenuhi persyaratan kelulusannya. Butitta merancang hunian sementara untuk perjalanan luar kota melintasi perbatasan antardaerah dan mengklaimnya sebagai kendaraan piknik yang luar biasa.


Sebenarnya, awal mula Butitta memutuskan mengubah sebuah bus sekolah menjadi hunian sementara bukan hal yang disengaja. Ia menceritakan latar belakang alasannya. "Satu minggu sebelum saya memulai semester akhir, saya tidak punya ide untuk tesis master dan secara impulsif saya membeli sebuah bus sekolah, saya harap bisa membuat sesuatu dari sana," ujar Butitta seperti dikutip NY Daily News.

Secara pribadi, Butitta ingin menciptakan sesuatu yang dapat digunakan dalam kehidupan sehari-hari, tidak hanya bersifat konseptual dan membosankan. Beruntung, hasil tindakan spontannya tersebut membuahkan hasil.

Proyek bus tersebut memakan waktu 15 minggu. Tidak hanya dapat digunakan, bus tersebut bahkan memenangkan penghargaan pilihan kritikus di kampusnya. Proyek ini pun memiliki blog sendiri dengan tajuk "Hank Bought a Bus" (terjemahan bebas; Hank Membeli Sebuah Bus).


Sejauh ini, Butitta dan busnya sudah beberapa kali melakukan perjalanan ke Taman Nasional dan rumah-rumah temannya di Seattle, Portland, dan San Francisco. Pemberhentian Butitta selanjutnya adalah Denver dan Kansas City. Terkadang, ia mengajak teman-temannya ikut serta dalam bus unik ini. Setidaknya, sampai kembali sampai di Minneapolis.

Butitta dan teman-temannya harus rela berbagi ruang pribadi di dalam bus seluas 20,9 meter persegi ini. Meski begitu, area sekecil ini tidak mengintimidasi mereka.
 
 
 
Bagaimana dengan perizinan "hunian berjalan" ini? Butitta mengatakan, bahwa aturan bangunan tidak berlaku bagi bangunan di bawah 600 kaki persegi (55,7 meter persegi).

"Namun butuh semua perizinan untuk septic tank dan sambungan listrik, meski jika Anda tidak tertarik memiliki semua hal tersebut. Kami dengar, jika kami berada di atas roda, bisa bebas melakukan apa yang kami inginkan," ujar Butitta.
Dari foto-foto dan video yang dirilis oleh sang arsitek, tampak bahwa bus tersebut penuh dengan kayu berwarna muda yang cerah. Jendela-jendelanya ditutup dengan semacam tirai tembus cahaya berwarna putih. Tak hanya di samping, di bagian atap bus ini juga terdapat jendela.

Butitta dan teman-temannya dapat melihat ke luar lewat jendela atap tersebut. Di dalam bus ini juga terdapat beberapa tempat tidur, sebuah dapur, dan tentunya kemudi yang berfungsi penuh.
 
sumber : kompas.com